Sejarah Musik di Dunia, Sudah Pernah Dengar?

Musik ditemukan di setiap budaya, baik masa lalu maupun masa kini, menyesuaikan antara waktu dan tempat.

Karena semua orang di dunia, termasuk kelompok suku yang paling terisolasi pun memiliki bentuk musik, dapat disimpulkan bahwa musik mungkin telah hadir di leluhur manusia sebelum penyebaran manusia di seluruh dunia.

Akibatnya, musik mungkin telah ada selama setidaknya 55,000 tahun dan musik pertama mungkin telah ada di Afrika dan kemudian berkembang menjadi bagian dasar dari kehidupan manusia.

Budaya musik ini dipengaruhi oleh semua aspek-aspek lain budaya tersebut, termasuk sosial dan organisasi ekonomi, iklim, dan akses ke teknologi.

Emosi dan ide-ide yang diungkapkan musik tersebut, situasi di mana musik dimainkan dan didengarkan, dan sikap terhadap pemain musik dan komposer semua bervariasi antara daerah dan periode.

“Sejarah musik” merupakan sub-bidang musikologi yang berbeda dan sejarah yang mempelajari musik (terutama seni musik Barat) dari perspektif kronologis.

Sejarah musik beserta alat-alat musik bangsa Mesir diketahui berkat adanya monumen-monumen berupa prasasti seperti harpa-harpa dalam bentuk bentuk dan ukuran yang berbeda-beda, lyra, gitar, mandoling dan seruling tunggal maupun ganda.

Pada makam-makam yang megah tertulis pada dindingnya riwayat kehidupan rumah tangga bangsa Mesir dan dari situ kita melihat bahwa seni musik mengambil peranan besar dalam mengiringi kebaktian seperti tari-tarian, ratapan pada kematian dan juga jamuan-jamuan makan.

Apa yang kita sebut bangsa Yunani dan bangsa yang menyebut dirinya Hellas, adalah bangsa yang sebagian besar berasal daru Indo-German. Hellas adalah putra dari Raja PhityeaA di Thessalia yang jadi mitos nenek moyang suku Hellas.

Seperti Bangsa-Bangsa Kuno yang lain, meyakini bahwa seni berasal langsung dari dewa-dewa. Dewa dan Pelindung kesenian adalah Apollo, yang ketika lahir merobek kain kain lampin yang bersulakan emas dan kemudian dibalutkan padanya oleh Dewa-Dewi kahyangan dan berteriak: “citara itu akan dipersembahkan padaku dan saya akan mengumumkan kemauan yang tak terpatahkan dari Zeus”.

Kepahlawanannya yang pertama adalah mengalahkan python yaitu seekor naga yang datang dari kegelapan. karenanya madah Yunani terkait dengan kejadian itu, dan di kota delphi kesenian Pythis dirayakan dengan nyanyian dan permainan musik dengan alat musik berdawai.

Sumber pertama dalam musik Arab terdapat pada prasasti Asyria dari abad 7 SM. Arab memiliki peranan penting dalam musik terutama bagi daerah Mesir dan Mesopotamia.

Hal ini terjadi karena Arab berdagang sejak dulu, maka arab berkontak dengan bangsa-bangsa sekitarnya, termasuk berdagang dengan orang Mesopotamia, Yahudi kemudian Yunani.

Pegaruh timbal balik tampak kemudian pada nama alat musik Arab yang dipakai di lain tempat dengan nama berbeda-beda, semisal gendang yang bernama tabl dalam bahasa tibrani disebut tibela.

Sebelum lahir agama Islam tampaknya orag Arab memakai musik juga untuk agama animis, sama seperti kebudayaan sekitarnya. Dewa Dhu’l-Shara dihormati dengan madah-madah; dukun (sha’ir) melalui musik dapat memanggil roh (Jinn), dsb.

Raja-raja di Arab Selatan memang mendukung musik dan sastra; maka hingga sekarang orang Arab Utara memandang daerah Yemen Selatan sebagai tempat lahirnya musik Arab yang sebenarnya.

Namun kerajaan Arab Selatan jatuh (berkaitan dengan jatuhnya Mesopotamia) maka terjadilah transmigrasi dari Selatan ke Utara pada abad 2. Dengan demikian berkembanglah musik pada tiga pusat: Syria, Mesopotamia, dan daerah Arab Barat.

Nabi Muhammad (571-632) tidak hanya lahir di Mekkah tetapi juga mewartakan agama Islam pertama-tama disini. Dapat diketahui bahwa dia senang dengan musik dan sekaligus melawan musik.

Artinya demi kepentingan agama dia membeda-bedakan musik mana bertentangan dengan agama dan mana tidak.

Dengan berkembangnya agama Islam musik duniawi mula-mula mundur. Dibawah kalifah-kalifah pertama (632-661) terdapat banyak tulisan melawan quina (gadis penyanyi).

Namun kemudian musik duniawi mendapat dukungan baru oleh kalifah-kalifah Ummayah (661-750). Ciri khas musik duniawi yang paling menonjol waktu itu adalah nyanyi tunggal dengan iringan lute.

Bangsa Tiongkok menceritakan asal mula susunan nada mereka pada tahun 2700 S.M., pada masa pemerintahan Kaisar Hoang Ty yang menunjuk seseorang yang bernama Ling-Lun untuk membuat peraturan serta menentukan dasar dari ilmu olah nada atau seni dengan nada-nada.

Tentang Penulis

stopaids